Senin, 31 Desember 2012


Surat Pertama di Dunia
            Zaman dahulu tekhnologi belum secanggih yang ada saat ini. Sebelum ada HP, telepon atau pos seperti sekarang ini, dulu kalau ingin berkirim sapa (surat) dengan seseorang menggunakan batu. Maklum belum ada kertas, apalagi sarana telekomunikasi. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya sebuah surat cinta dari masa sekitar 2200 SM di lembah Niffer yang berjarak 150 km dari kota Baghdad, Irak, oleh Noah Kramer, yaitu seorang profesor dari Philadelphia University yang menggali penemuan tersebut sekitar tahun 1889. Surat cinta tersebut berupa artefak yang menyerupai plat dari batu yang bertuliskan Sumeria. Inti surat itu dikirim oleh pengantin perempuan kepada pasangannya (pengantin laki-laki). Di surat itu intinya tertuliskan kalau sang pengantin perempuan sayang pada pasangannya.

Tubuh Gemetar Saat Cuaca Dingin
            Tubuh manusia tidak dapat mengtoleransi suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Seseorang yang berada di luar ruangan dengan temperatur udara dibawah minus 29 derajat celsius tanpa mengenakan pakaian yang cukup tebal akan beku dan berakhir pada kematian karena tubuhnya kehilangan panas. Temperatur tubuh normal adalah 37 derajat celcius dan ketika temperatur udara lebih rendah dari temperatur tubuh, panas akan mengalir dari tubuh. Pada temperatur udara sedang (berkisar antara 15-20 derajat celcius), tubuh tidak terlalu bermasalah, bahkan sesungguhnya temperatur udara sedang sangat dibutuhkan karena tubuh memproduksi panas berlebih dari yang dibutuhkan dan harus dilepas sebagian.
 Suatu kondisi dimana temperatur udara sangat rendah sehingga tubuh melepas terlalu banyak panas sehingga temperatur  tubuh turun disiebut dengan hypothermia. Penurunan panas tubuh badan antara 1 derajat celcius hingga 2 derajat celcius mengakibatkan tubuh gemetar, yang merupakan salah satu usaha tubuh untuk menaikkan temperatur tubuh melalui gerakan dari sendi-sendi otot. Penurunan yang lebih drastis lagi mengakibatkan kehilangan kesadaran dan bahkan kematian. Kebalikan dari kondisi diatas disebut dengan hyperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh yaitu ketika menderita demam.   
Steak Jamur
Bento

Takoyaki

Sepeda Motor Pertama
Sepeda motor pertama dibuat pada tahun 1885, oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach, dua pakar mesin empat langkah dari Jerman. Mereka menyebut kendaraan penemuannya ini dengan nama “Reitwagen” (mobil tunggangan). Sayangnya motor ini tidak dijual untuk umum.
Tahun 1893, Henry dan Wilhelm mengembangkan sepeda motor mereka dan bekerja sama dengan Alois Wolfmuller dan mekaniknya, Hans Geisenhof. Sepeda motor ini adalah yang pertama dijual untuk umum. Motor ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai seperti mesin silinder ganda kembar (twin cylinders) berpendingin air, empat langkah dengan kapasitas 1.488cc. Walau bermesin besar, ternyata tenaga kuda yang dihasilkannya hanya 2,5 horse power(hp) saja pada 240 rpm. Kecepatan maksimal yang bisa diraih adalah 30 mil/jam atau sekitar 48 km/jam.


Segelas Soda Tingkatkan Resiko Stroke
          Studi terbaru menunjukkan, wanita yang minum soda setiap hari beresiko mengalami penggumpalan darah di otak penyebab stroke. Konsumsi minuman manis meningkatkan resiko penggumpalan darah lebih dari 80% pada wanita, menurut ahli. Namun, pengaruhnya pada pria lebih rendah. Temuan tim ahli Universitas Osaka mendukung penelitian sebelumnya bahwa semua minuman manis bahkan yang rendah kalori meningkatkan kemungkinan stroke pada kedua jenis kelamin. Sejumlah penelitian menghubungkan konsumsi soda dengan obesitas dan diabetes tipe dua, keduanya merupakan factor resiko untuk stroke. Sedangkan penelitian lainnya mengaitkan konsumsi soda dengan pembekuan darah di otak. Sekitar 85% penderita stroke mengalami stroke iskemik, yaitu  darah yang membeku menghalangi aliran darah dari jantung ke otak. Sisanya disebut hemoragik, yaitu terjadi semburan pembuluh darah di otak, menyebabkan pendarahan fatal.
          Selama studi, tim riset Universitas Osaka melacak kebiasaan diet, termasuk asupan soda hampir 40 ribu pria dan wanita usia 40-59 tahun selama 18 tahun. Selama periode itu, hampir 2.000 relawan mengalami stroke. Kebiasaan minum para penderita stroke kemudian dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami pembekuan darah. Hasilnya, yang di publikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menunjukan wanita yang minum soda tiap hari 83% beresiko mengalami stroke iskemik.